THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 19 November 2010

Kasih Bapa

Derek Redmond, seorang atlit pelari 400m, telah mmpersiapkan diri dan berlatih selama bertahun-tahun sebelum akhirnya ia bertanding di Olimpiade 1992 di Barcelona. Di tengah cuaca yang panas dalam pertandingan itu, Redmond terkilir dan jatuh kesakitan. Tak kenal menyerah, ia berdiri dan dengan terpincang-pincang bertekad mencapai garis finish. Tak jauh dari garis finish, ayahnya Jim Redmond, segera berlari ke lapangan untuk menolong anaknya. Sebelum seorangpun menghalanginya, sang ayah itu meraih anaknya. Sambil bersandar di pundak ayahnya, Derek Redmond mencapai garis finish. Seluruh penonton berdiri dan bersorak untuk kedua orang ini.

Seperti halnya perjalanan iman kita, kita harus melatih diri kita agar dapat menjadi atlit yang baik.
Menjadi atlit dibutuhkan usaha yang keras, ketekunan, dan tentu saja niat yang kuat.
(Yakobus 1: 3-4) sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.


Seperti Derek yang mendapatkan kecelakaan dalam perlombaan, demikianlah seharusnya kita tetap berlari, apapun yang terjadi tetaplah teguh dan berusaha mencapai garis finish. Meskipun ada halangan dan rintangan baik dari dalam diri kita sendiri maupun dari luar diri kita, kasih Bapa tak akan lepas dari kita. Jikalau Jim sebagai ayah tak segan untuk menolong Derek untuk mencapai garis finish, demikianpun Tuhan. KasihNya sungguh besar dan tak terduga. 
(Efesus 3:18,19) Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih KRISTUS, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
(Roma 8:38,39) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam KRISTUS YESUS, Tuhan kita.

Bapa selalu melihat, mengawasi, dan membantu anakNya.
TanganNya tak akan kurang panjang untuk menyelamatkan, telingaNya tidak acuh kepada setiap jeritan kita
(Yesaya 59:1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang  panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

Tetaplah tujukan pandangan kita kepadaNya. Jangan pernah berpaling dan menjauh dari kasihNya.
(I Petrus 3:12) Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Dia bahkan akan berlari, memeluk, dan memagang tangan kita supaya kita beroleh kekuatan baru.
Bila engkau sudah tak berdaya, tak mampu, yang perlu dilakukan hanyalah kembali.
Dengan kasih Tuhan akan selalu menerima.
(Lukas 15:20) Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

0 komentar: